Jumaat, Mei 22, 2009

Request by Friends - Tips for travelling in Indonesia

Before departing

1. The power socket in Indonesia is a two pin type. For camera & handphone charging for those charges that uses 3 pin type, you have to buy a universal travel adapter/converter. A good unit could be bought from Tesco for less than RM20-00.

2. Convert Ringgit into Rupiah at money changers at your local town. Forget about converting your money at the airports or in Jakarta. They would charge you steep comissions.

Tips in Jakarta

Airport – there are bus coaches that can take you direct from the Bandara to Bandung (Bandara means Bandaraya Udara – airport la – apa lagi!). Not sure of the fare per person. Only available during day time.

Beware : at the airport/harbour/busstop/trains take good care of your belongings. The situation is just the same all over Indonesia. There would be porters running around to make a grab at your belongings, “kononnya ngak apa-apa, sekadar menolongin saja..” (even though the distance travelled tak sampai 3 meter from the Bandara’s exit to the taxi/van), they will charge you for it. They woule prefer to be paid in Ringgit or other foreign currency. The use of the airport trolleys are free, get one for your personal use at its designated place, but if you take one from a porter, they would charge you for duit kopi.

The cheapest and safest mode of travel from the Bandara to Jakarta (several locations) would be via airconditioned specialised DAMRI airport busses. It will cost Rupiah 20k one way to the various terminal. Please determine the destination before boarding i.e. Block B, Rawamangun etc.

Kalau naik teksi to reach Jakarta– in addition to the taxi fare in the region of Dua Ratus
Ribuan rupiah.. you will also have to pay tol charges!

Try to avoid travelling to Bandung on saturdarys or weekend. It is just a waste of time stuck in massive traffic jams.

If you are staying in near Sarinah area (near Tanah Abang the most happening place for Malaysian) – there is a travelvan company by the name of BARAYA – they call it “Travel” which would cost you Rupiah 35k per person. It departs every hour till 10pm. Believe it or not, Baraya operates in Sarinah Mall’s McDonalds. They have no ticket counters at all – just open table dalam McD tu. It is some sort of a win-win situation for McD as Baraya passengers would patronise McD.

If you prefer a luxury travelvan, then consider taking Cititel. Cost per person would be Rupiah 65k and the terminal in Bandung would be located in Jalan Dipatiukur – right in the heart of Bandung.

Security is tight near any American establishment in Jakarta – would you believe that to enter McD you need to go through a metal detector! Shake hands & make small talk with the policeman that guards the metal detector. He will allow you to take photos of you and you family @ the metal detector.

In Indonesia, before boarding a taxi ask the driver : Argo? If the ansyer is “iya” the taxi uses the travel meters. Look around for the sign “Tarif Bawah” to enjoy cheaper rate. Try as far as possible to blend in or else they’ll play around with the pricing of goods (if in Tanah Abang in Jakarta or in Pasar Baru in Bandung). Dishonest taxi drivers also tends to take a longer route! If you have a GPS and the latest GPS maps, switch it on!

Having a pocket pc helps. One can download the latest Bandung Map (with its attractions). Another alternative – just upload the map unto your handphone camera or digital camera (assuming that your camera has the zoom future to look at the map clearly). Fumbling around with a physical maps would invite enterprising Indonesian travel guides (tah betul tah tidak) to provide “assistance”.

Attractions in Bandung - Shopping

The many factory outles (FOs) in jalan Riau/Dago.Amongs the best would be the Secret Outlet, Stamp, Cascade, For Men, M&M, Banana something... and many more. Paling best, yet mahal sikit, would be Rumah Mode, located in Jalan Setiabudhi. (note : the list is endless...you have to have a good eye to spot/distinguish fake products).

For Pasar Baru Bandung – it is the same as Tanah Abang. They have high quality kain cotton here for sale. Please take note of our own Malaysian cotton prices – mahal giler.

Do not change RM into Rupiah in Jakarta. The rates in Bandung is much higher. If you have USD, make sure the bank notes are still in very good condition. Terlipat sikit, they would simply kurangkan rate tukaran – aku dak kena ari tu!

Good Ole-ole from Bandung would be Kopi Bandrek (kopi halia/sarbat) but they also have other flavours to suit your taste. There are many brands, but the best that I had would be Kopi Bandrek Hanjuang (Hanjuang is a name of a place in Kota Cemahi, Bandung – I had the pleasure of being invited to visit the factory recenty. Hanjuang also produces micro hydro generators. I had shown a video footage of a portable micro hydro generators to some high ranking officer in my organisation – depa sume terkejut sebab tak sangka, they are more advanced than us!).

For ladies other than kain baju, langsir & tah apa tah dpea suka boring would prefer to buy pastries from Kartikasari. (note : they would not last long, lambat makan, berkulat!)

Another alternative for cheap ole-ole would be the various T-shirts cap Bandung. Look for it at Pasar Baru. Beli banyak >3 & always insist on discounts. (estimate 20 ribu/5 ribu per piece)

Arts & History

Visit Saung Anglung Udjo... (translation – “Rumag Angklung Udjo”) - have to check the times of the show. If you got extra time or have a tour guide, just ask them to lalu a place known as “Bandung lautan api” – no need for you to get down from your transport.. sambil lalu aje – a little bit of history lesson pun bagis juga for general knowledge. At downtown Bandung, there is a road by the name of Jalan Asia-Afrika – if the guide is knowledgeable, he would know why is named that way.

Nature

Tangkuban Prahu – to see volcano creater or kome pi rendam kaki air panas kat Ciater. (apalah sangat menengok benda2 ni..nothing much there in Tangkuban Prahu... tunjuk dalam National Geographic pun ada, kalau nak mandi air panas kat Kedah, Ulu Langat, Kerling & Rembau pun ada)

Food

Do try Sundanese dishes or Masakan Padang Sederhana (Sederhana is a brandname for masakan minang – sort of a franschise. A good Sundanese restaurant, Riung Sari would be located just in front of The Secret Factory Outlet. Rumah Solsis (near the parking lot of The Secret Factory Outlet) is a halal food outlet. All of its sausages are made in Indonesia (Jakarta) but they do not sell it elsewhere other than Bandung. Try yg paling pedas & paling power. Take it with “Frestea” (flavoured tea) a Coca-Cola licensed product. There are many flavours to choose from (ala... mana lak aku nak pi cari Frestea ni kat Malaysia). Minum “Teh Botol” tak main la. (Information on Rumah Solsis obtained from a relative that works there as finance manager).

And yet, there is another place recomended by by brother – Rumah Makan Raja-Raja Melayu. I have never been to that place, so I can’t comment.

Guide

It would be a great assistance to have a guide that speaks and understand the Malay language? It would only cost you a small upah of Rupiah100k for her time to bring you around Bandung town. Kalau convert duit Malaysia berapalah sangat. All tambang angkot & taxi guide & makan dia, kome la kena bayarkan, murah je.

Please drop me a line. You would not regret it!

Khamis, Mei 14, 2009

Perjalanan sejarah manusia diwarnai munculnya raja-raja besar atau kaisar yang mengubah wajah dunia. Mereka datang, berperang, dan melakukan penaklukan sehingga terbentuklah sebuah empayar. Akan tetapi, kejayaan yang dibangunnya lambat laun runtuh, sepak terajangnya pun berakhir dengan kematian.

Ketika hidup, Genghiz Khan mampu mengalahkan Parsi, kekhalifahan Islam, dan juga Eropah. Pada usia 53 tahun dia terjatuh dari kudanya dan akhirnya meninggal dunia. Sebelum meninggal dunia, dia berkata, "Aku tidak bahagia karena aku tidak berupaya mengalahkan seluruh dunia." Kemuliaannya lenyap begitu saja.

Alexander The Great diakui sebagai salah seorang pemimpin yaang paling pandai sepanjang zaman. Dia mampu menaklukkan tiga benua. Akan tetapi, kegemilangannya sirna begitu saja ketika malaria menyerangnya. Sebelum meninggal, dia berkata, "Kalau aku mati, buatkan peti mati dan beri lubang di kiri kanannya. Lalu, julurkan tanganku lewat lubangnya agar semua orang melihat tanganku bahwa waktu aku mati, aku tidak membawa apa-apa."

Allah memberikan kekuasaan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. Dia berkuasa mencabut kembali kekuasaan yang telah diberikan-Nya itu.

"Katakanlah, 'Wahai, Tuhan Yang Mempunyai Kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.'" (Ali Imran, 3:26)

Dialah Maharaja, Zat pemilik semua kerajaan di dunia dan akhirat. Dialah Malikul Mulk.

Di dunia ini, Dia berikan kesempatan kepada manusia untuk menjadi pemilik atau raja, yang tentunya kepemilikan tersebut tidak mutlak. Sewaktu-waktu kepemilikan itu akan diambil kembali. Sebagai pihak yang diamanahi, manusia jangan merasa memiliki secara mutlak. la harus rela ketika amanah itu diambil pemiliknya. Di akhirat, Allah menampakkan dirinya sebagai pemilik tunggal kerajaan akhirat. Pada saat itu, semua yang dimiliki manusia musnah. Mereka dibangkitkan dan dikumpulkan dalam keadaan tidak memiliki apa-apa. Ketika itu semua bertekuk lutut di hadapan-Nya walau ketika di dunia ia seorang raja.

"Pada hari ketika roh dan para malaikat berdiri bersaf-saf. Mereka tidak berkata-kata kecuali yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan YangMaha Pemurah dan la mengucapkan kata yang benar." (QS An Naba, 78: 38)

Oleh yang demikian :

Semua yang kita miliki adalah amanah. Maka tunaikan amanah sesuaai dengan keinginan Zat Pemberi Amanah. Apabila memperolehi amanah, tidak selayaknya kita sombong dan merasa amanah itu hak milik mutlak. Kita harus rela apabila amanah itu diambil pemiliknya.

The ever changing goals

On this day my boss instructed me as follows:

"The goal post kept on changing... not that we are complaining, but now....even after making educated guesses, we can't even see where is the goal post!!!"...

So what gives?..

Rabu, Mei 13, 2009

Menulis dan terus menulis..

Dengan menulis aku ada
Dengan menulis aku hidup
Dengan menulis aku membaca
Dengan menulis aku dibaca
Dengan menulis aku mengetahui
Dengan menulis aku diketahui
Dengan menulis aku mengerti
Dengan menulis aku dimengerti
Dengan menulis aku menghargai
Dengan menulis aku dihargai
Dengan menulis aku berubah
Dengan menulis aku mengubah
Dengan menulis aku beribadah
Dengan menulis aku berdakwah
Dengan menulis aku bersaudara
Dengan menulis aku mengabdi
Dengan menulis aku menjadi diri sendiri


Zaenal Arifin Thoha, budayawan Yogyakarta.
Meninggal 2007.

Jumaat, April 10, 2009

Tahniah kepada YB Nga Kor Ming

Tahniah kepada YB Nga Kor Ming yang (dengan susah payah) berusaha untuk memahami Al Quran!

Semasa di menuntut di universiti dulu, saya pernah berkesempatan mengikuti kursus perbandingan Agama dan mempelajari agama Hindu, Buddha, Sikh, kristian, Yahudi, Taoism dll. Saya rasa tak ada masalah dengannya dan permah membawa balik ke rumah beberapa buah buku termasuk bermacam-macam versi Bible. Pengetahuan yang diperolehi membuka mata dan memudahkan pemahaman mengenai asal usul agama-agama tersebut, cara mereka beribadat dan memudahkan interaksi antara kaum masyarakat lain yang berlainan agama dengan Islam.

Dalam apa hal sekalipun, KEBENARAN akan terpancar jua selagi mana kita dapat menggunakan akal fikiran yang dikurniakan dari PENCIPTA SELURUH ALAM. Kalau ada salah tanggapan sekalipun, ianya boleh diperbetulkan melalui perbincangan, dari perbincangan barulah datang kefahaman. Masalah salah faham inilah yang perlu ditangani dengan bijaksana. Malang sekali kerana seringkali terjadi ada pihak pihak suka memecahbelahkan dan menakut-nakutkan umat manusia untuk mendekati KEBENARAN seolah-oleh mereka ini sahaja yang berhak ke atas Ilmu Allah. Hanya mereka ini sahajakah yang dirahmati Allah? Kaum lain tak dapat peluang & tak layak menerima rahmat inikah? Inilah menyebabkan orang lain memandang serong kepada Islam - maklumat yang tidak tepat yang diberikan.

Kenapa? Takut / malu kelak akan lahir masyarakat bukan Islam yang berpengetahuan mengenai Islam seperti YB Nga Kor Ming dapat menghidu bahawa mereka ini yang mengaku Islam tidak mengamalkan Islam yang sebenarnya?

Kalau tau erti malu, pulanglah ke pangkal jalan, bertaubat dan bertakwalah kepada Allah.

Ahad, April 05, 2009

Padang Masirat, Langkawi

This is one of the photos where Sakinah would like to fool around and make funny faces! Location : Padang Masirat, Langkawi - December 2008. Man.. this is only a test... still trying to figure out whether the Picasa : Blog This! feature is as good as the tools that I am used to. Not bad..

Try out the link for a 360 degree view of Dataran Lang and Catching crabs at Pantai Pasir Tengkorak (both hosted on YouTube).


Posted by Picasa

Rabu, Januari 07, 2009

Langkawi Trip December 2008

Awal subuh Ahad 28hb Dec 2008 kami telah bersiap untuk bertolak ke Langkawi… Jam menunjukkan pukul 7 pagi apabila melalui lebuhraya Shah Alam Rawang. Kami hanya berhenti di tempat rehat Tapah untuk berehat seketika dan meneguk secangkir kopi… malam tadi aku tidor lewat, gara-gara menonton House episode terakhir season kedua. Kami meneruskan perjalanan hingga ke exit Kuala Kangsar… kalau tak exit singgah di KK ni memang tak sah.. banyak kenangan di sini masa aku kecik dulu. Lagipun itulah pusatnya kalau nak merasa ikan tembelian (setengah orang memanggilnya dengan nama “temoleh”). Payah nak cari ikan ni lagi sebab dah pupus akibat pencemaran sungai dan aktiviti mereka yang tak bertanggungjawab menuba ikan. Other than makan… pekan KK juga adalah port aku memancing dulu… kalau nak cari bantal kekabu, jala, pukat, parang, keris & all those handcraft pun aku biasa cari kat sini gak…tak ketinggalan juga biasanya kalau singgah ke KK kalau dah sampai waktu, mesti pi cari barber kat sini sebab harganya murah.

Kat KK kami pekena Laksa.. istimewanya laksa KK sebab semuanya hand made. Walaupun takleh nak lawan Laksa Kedah
(there is one place, Pak Su tunjukkan kat Alor Star – memang power laksa akak tu).

Dari KK kami terus masuk balik lebuhraya PLUS terus ke Alor Setar. Sampai sahaja di Alor Setar kami terus singah di Masjid dekat dengan my sister’s Kolej Al-Insaniyyah … tapi dia pi kelaslah pulak. Lepas solat kami teruskan perjalanan ke Kuala Perlis untuk menaiki feri ke Langkawi. Dalam pukul 3.30 pth kami selamat sampai & aku terkial-kial cari parking kereta Alhamdulillah dapat yang berbumbung… dua hari parking depa tibia aku RM30-00. Aku prefer lagi lama didaratan.. sebab kalau naik feri dari Kuala Kedah, lamaaaaa sikit baru nak sampai. Kos tambang feri dari Kuala Perlis for all of us berjumlah RM85-00 dan kami berlepas jam 4 ptg.



Sampai di Jeti Kuah, dok cari kereta sewa, saja aku lewat-lewat sikit cari… (selepas majority penumpang feri yang lain dah ambik kereta depa & dah agak lengang) itu taktik dia… ada sorang pakcik tu nak offer kereta Nissan Sentra baru for RM120-00 per day, aku kata luar budget… aku counter offer RM100 je or kalau ada aku nak MPV – manalah tahu kena tidur dalam MPV sebab tak book hotel (negotiation mode : kes mintak benda yang tak ada or tak dapat disediakan), dia kata tak dapat let go pada harga RM100 – tanya kita nak berapa… and my wife kata kalau boleh RM80-00, so kalau tak dapat, takpe.. no problem, aku boleh cari other means of transport.. last-last dia kasi gak RM100 per day. (masa balik org kasi tahu, selalunya kalau Proton Wira baru pun RM120-00 sehari)… apasal depa charge mahal tah… tak patut betul… how come masa aku kat US ari tu boleh sewa Ford Mustang 4.0 baru – supercar lak tu for just USD9.00 per day!

Then come the hassle of finding an accommodation – semua hotel kat Pantai Cenang dah fully book, likewise in Pekan Kuah… yang tinggal Grand Continental for a room that will cost RM350 per night… aku dah nak accept aje… tapi tak macam mana terjumpa lak satu hotel yang tinggal 1 family room – cost RM120-00 per night – sambar aje, else aku agak malam tu kita org kena tidur dalam kereta.

Aktiviti yang kami buat selain dari pi shopping kat Idaman Suri (wajib first stop kat sini sebab barang dia jauh lebih murah dari tempat lain) – pi mandi laut di Pantai Pasir Tengkorak.



Istimewanya tempat ni, secluded & keindahannya tidak tercemar. Ada 4 chalet kat situ. Facility semuanya lengkap. Tak ramai orang kat situ,
unlike Pantai Cenang – fuh – yg very crowded. Airnya jernih dah boleh nampak ke dasar. Kecik aje lebar pantainya dalam less then 100 metres aje. Antara aktiviti di sini kalau awal pagi (dalam 7-8am) boleh menengok nelayan memukat ikan. Bagi yang pandai, boleh menangkap ketam… besar dalam ukuran tapak tangan. Dari Kuah ke Pantai Pasir Tengkorak jauhnya 33.9KM mengikut GPS. Tak jauh sebenarnya… sebab kat Langkawi diawal pagi… takde org pun keluar & jalan bebas dari traffic jam. Dalam 15 minit sampailah. Hanya ada satu problem – kalau datang awal pagi, tak boleh semua org turun mandi di pantai – somebody mesti ditugaskan mengawal harta benda kita (terutamanya food) – sebab ada gang gangster kera (selalunya kalpa depa ni yang tak takut – malah nak gigit kita lak).

Sabtu, Disember 20, 2008

Nasionalisme dan Islam

Nasionalisme ialah fahaman yang menjadikan ikatan bangsa, keturunan, bahasa atau kawasan sebagai matlamat perjuangan bagi menegakkan kepentingannya. la tidak mengira batas-batas keadilan menurut Islam sehingga fahaman ini menjadi falsafah politik, ekonomi dan kegiatan-kegiatan yang lain.

Fahaman ini juga lahir daripada fahaman memisahkan agama dengan dunia. Agama tidak dijadikan dasar dan panduan dalam kepentingan ekonomi, politik dan Iain-lain tetapi ia lebih cenderung pada semangat kebangsaan. Fahaman ini menjadi ukuran dalam semua perkara sehingga mengatasi kepentingan akidah yang menjadi pegangan hidup.

Pada masa dahulu, fahaman ini lebih dikenali sebagai asobiah (fanatik perkauman). Definisinya masih sempit iaitu perjuangan bagi kelompok kecil yang dikenali kabilah atau keluarga yang mesti dipertahankan walaupun atas dasar dan tindakan yang zalim. Definisi ini disebut dalam hadis Nabi Muhammad:

"Bukan daripada kalangan kami orang yang menyeru kepada asobiah, bukan daripada kalangan kami orang yang berperang atas dasar asobiah dan bukan daripada kalangan kami orang yang mati atas dasar asobiah."

Seorang sahabat bertanya: "Apakah asobiah itu wahai Rasulullah?

Nabi Muhammad menjawab: "Asobiah itu ialah kamu menolong kaummu atas dasar kezaliman. (Zalim menurut Islam ialah meletakkan sesuatu tidak betul menurut hukum Allah)."
(Direkodkan oleh Muslim, Abu Daud dan Nasa'i)



Islam mengiktiraf perasaan kasih pada bangsa dan tanah airnya kerana Allah berkata kepada Nabi Muhammad surah al-Syuarak ayat 214,

"Berilah amaran kepada keiuargamu yang hampir."

Nabi Muhammad pernah berkata pada Hari Pembukaan Kota Mekah,

"Demi Allah, sesungguhnya engkaulah (Mekah) sebaik-baik bumi Allah, dan bumi Allah yang paling Allah kasih kepadanya. Kalaulah tidak kaumku mengeluarkan aku darimu nescaya aku tidak keluar."
(Direkodkan oleh al-Tirmizi)

Walau bagaimanapun, Islam melarang kasih pada sesuatu yang melebihi daripada Allah, Nabi Muhammad dan Islam. Lebih membimbangkan apabila seseorang bertindak melulu dan merendahkan kasih Allah dengan meletakkan kepentingan bangsa dan puak lebih daripada yang lain dan melampaui batas-batas Allah. Kerana Allah menyebut dalam surah at-Taubah, ayat 24,

"Katakanlah (wahai Muhammad), "Jika bapa-bapa kamu, dan anak-anak kamu, dan saudara-saudara kamu, dan isteri-isteri (atau suami-suami) kamu, dan kaum keluarga kamu dan harta benda yang kamu usahakan, dan pemiagaan yang kamu bimbang akan merosot, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, (jika semuanya itu) menjadi perkara-perkara yang kamu cintai lebih daripada Allah dan Rasulnya dan (daripada) berjihad untuk agamanya, maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan keputusannya (azab seksanya); kerana Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (derhaka)."

Allah menyebut lagi dalam surah al-Mujadalah, ayat 22,

"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat itu, saling berkasih sayang kepada orang-orang yang menentang Allah dan rasulnya sekalipun orang-orang itu bapa-bapa atau anak-anak, saudara atau keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah tetapkan iman dalam hati-hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripadanya. Mereka dimasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, Allah reda kepada mereka dan mereka pula reda kepada Allah, mereka itulah golongan Allah, Ketahuilah sesungguhnya golongan Allah itulah yang pasti mendapat kemenangan."

Ini adalah bukti akidah Islam mengatasi segala hubungan yang lain sama ada hubungan keluarga, keturunan dan bangsa. Al-Quran melarang Nabi Muhammad dan umat Islam memohon ampun untuk orang musyrik walaupun mereka daripada kaum keluarga. Allah menyatakan kisah Nabi Nuh yang kasihan kepada anaknya yang ditenggelami banjir tetapi Allah tidak mengizinkan beliau untuk memohon ampun kepada anaknya. Kisah Nabi Ibrahim dengan ayahnya yang tidak beriman juga menunjukkan kasih sayang keluarga tidak boleh dijadikan asas bagi memohon keselamatan dunia dan akhirat sekiranya Islam tidak dijadikan teras dalam kehidupan.

Perbandingan Nasionalisme dengan Islam

Musuh-musuh Islam menggunakan fahaman ini bagi memecahkan perpaduan umat Islam. Mereka bertindak melalui saluran politik dengan menggalakkan kewujudan negara-negara yang berasaskan fahaman ini di kalangan umat Islam. Akhirnya, negara-negara Islam dipisahkan melalui sempadan negara dan ditiupkan semangat kebangsaan negara masing-masing sehingga mereka tidak mempedulikan nasib yang menimpa umat Islam di negara lain.

Melalui saluran pendidikan pula, golongan ini cuba menghidupkan kembali sejarah zaman jahiliah bangsa masing-masing dan menenggelamkan sejarah Islam sendiri. Contohnya menghidupkan semula sejarah Firaun di kalangan rakyat Mesir, sejarah Majusi di Iran, sejarah hidup orang Hindu dan Buddha di India dan alam Melayu. Pengajian ini disampaikan melalui pengajian-pengajian rasmi di sekolah, media massa atau projek carigali artifak simpanan orang-orang Jahiliah. Apabila terdapat penemuan, penemuan itu dipuja dan dibanggakan. Adakala projek ini dibiayai oleh badan-badan antarabangsa dengan perbelanjaan yang besar. Bajet projek ini jauh lebih besar dan utama daripada perbelanjaan membantu mangsa-mangsa kebuluran di beberapa daerah di dunia ini.

Ketika negara Islam ditinggalkan penjajah, mereka menyerahkan kuasa pemerintahannya kepada golongan bersemangat nasionalis. Golongan yang berjuang menentang penjajah sehingga korban syahid, meringkuk dalam tahanan penjara dan pembuangan negeri golongan Islam dan para sarjananya dilupakan. Sebaliknya, golongan golongan nasionalis pada zaman penjajahan sebenarnya terdiri daripada anak-anak negeri yang menjadi pegawai-pegawai kepada penjajah.


Persoalannya : Anda, ya.. anda yang sedang membaca artikel ini. Anda berada dalam golongan yang mana???


Selasa, Disember 02, 2008

Rukun Zikir - where the malays fails


Shortened version of Arkan Zikr (Rukun-Rukun Zikir) pp 31-33 Syarah Ratib Haddad Analisa & komentar as discussed by the late Allahyarham Syed Ahmad Semait:

1. Makan minumnya halal, likewise for pakaiannya juga (very obvious);
2. Jangan riyak. (this is self explanatory); and
3. Makan tidak sampai terlalu kenyang.

Bab yang No. 3 ni ramai orang Melayu fail miserably. I am sorry to say, but mengaku ajelah, bab makan ni memang orang melayu No. 1.

Kalau tidak, tak logik ada program TV "Jalan-Jalan Cari Makan" or Malaysian being known as "food people". Open house sana-sini bagaikan pesta. Kalau makan tu lebih dari makan... sehingga timbul istilah "mentekedarah" or "makan hingga muntah darah" or "tembolok naga". Kalau ambik lauk or makanan tu, selalunya berlebih-lebihan, dah la tah habis, membazir aje, sedangkan dengan jelas dinyatakan dalam Al-Quran, "mereka yang melakukan perbuatan membazir itu adalah saudara para Shaitan dan Shaitan itu kufur terhadap Rabbnya".

Budaya mengisi tembolok naga ini dah jadi macam suatu budaya... waima dalam keluarga penulis sendiri, kalau makan tak bertambah, maka kita akan panas telinga kena bebel ataupun tuan rumah akan merajuk mengatakan bahawa kita tidak sudi makan makanan yang disediakan.

Sedangkan pada hakikatnya, Nabi S.A.W sendiri semasa hidupnya tidak pernah mengamalkan budaya membazir dan berlebih-lebihan yang tentunya akan menjadi penghalang untuk beribadah kepada Allah.

Fikir-fikirkanlah.....





Fadilat Zikir

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda: Sesungguhnya Allah s.w.t Yang Maha Memberkati lagi Maha Tinggi memiliki para Malaikat yang mempunyai kelebihan yang diberikan oleh Allah s.w.t. Para Malaikat selalu mengelilingi bumi. Para Malaikat sentiasa memerhati majlis-majlis zikir. Apabila mereka dapati ada satu majlis yang dipenuhi dengan zikir, mereka turut mengikuti majlis tersebut di mana mereka akan melingkunginya dengan sayap-sayap mereka sehinggalah memenuhi ruangan antara orang yang menghadiri majlis zikir tersebut dan langit. Apabila orang ramai yang hadir dalam majlis tersebut beredar, para malaikat naik ke langit.

Allah s.w.t bertanya para malaikat meskipun Allah mengetahui pergerakan mereka:

“Dari mana kamu datang?”

Malaikat menjawab:

“Kami datang dari tempat hamba-hambaMu di dunia. Mereka bertasbih, bertakbir, bertahlil, bertahmid serta berdoa memohon dari-Mu.”

Allah s.w.t berfirman:

“Apakah yang mereka pohonkan.?”

Para Malaikat menjawab:

“Mereka memohon Syurga dari-Mu.”

Allah berfirman:

“Apakah mereka pernah melihat Syurga-Ku?”

Para Malaikat menjawab:

“Belum, wahai Tuhan.”

Allah berfirman:

“Bagaimanakah agarnya akan terjadi seandainya mereka dapat melihat Syurga-Ku?”

Malaikat berkata lagi:

“Mereka juga memohon daripada-Mu perlindungan.”

Allah berfirman:

“Mereka pohon perlindungan-Ku dari apa?”

Malaikat menjawab:

“Dari Neraka-Mu, wahai tuhan.”

Allah berfirman:

“Apakah mereka pernah melihat Neraka-Ku?”

Malaikat menjawab:

“Belum.”

Allah berfirman:

“Bagaimanakah agarnya akan terjadi seandainya mereka dapat melihat Neraka-Ku.”

Malaikat terus berkata:

“Mereka juga memohon keampunan-Mu.”

Allah berfirman:

“Aku sudah mengampuni mereka. Aku telah kurniakan kepada mereka apa yang mereka pohon dan Aku telah berikan ganjaran pahala kepada mereka sebagaimana yang mereka pohonkan.”

Malaikat berkata lagi:

“Wahai Tuhan kami, di antara mereka terdapat seorang hamba-Mu. Dia penuh dengan dosa, sebenarnya dia tidak berniat untuk menghadiri majlis tersebut, tetapi setelah dia melaluinya dia terasa ingin menyertainya lalu duduk bersama-sama orang ramai yang berada di majlis itu.”



Allah berfirman:

“Aku juga telah mengampuninya. Mereka adalah kaum yang tidak dicelakakan dengan majlis yang mereka adakan.”

The above was taken from a website. There is an interesting story behind this which I shall be sharing with you readers in future posts.



Sabtu, November 22, 2008

GO OO 3.0


OpenOffice.org

After tinkering on my own personal notebook for a number of years now, I am officially switching to OpenOffice 3.0 on my workstation pc. GO OS is a open source software distribution that had made some tinkering on the ordinary OpenOffice 3.0 (GO OO only upload unto the computer the necessaries thus avoiding codebloat) which would result in a blazing performance. You may download the official OpenOffice suite by clicking on the above logo. Alternatively, you may want to try out the one that I am using now which could be downloaded here.

So far all the agreements that I had created in MS Word 2003 could be used without any hiccups. In the organisation where I work, we had to fork out a hefty sum of money to use MS Office products. Yeah, I should know better, I am in charge of vettting the software license agreement renewal, which has become somewhat of an annual ritual.

The outcome of this test may pursuade me to recommemnd to the top management to kiss goodbye to MS Office suite.


Isnin, November 17, 2008

Are You Ready For HIM?


It was early in the morning at four,
When death knocked upon a bedroom door,
Who is there? The sleeping one cried.
I'm Malakul Maut, let me inside.

At once, the man began to shiver,
As one sweating in deadly fever,
He shouted to his sleeping wife,
Don't let him take away my life.

Please go away, O Angel of Death!
Leave me alone; I'm not ready yet.
My family on me depends,
Give me a chance, O please prepense!

The angel knocked again and again,
Friend! I'll take your life without a pain,
Tis your soul Allah requires,
I come not with my own desire.

Bewildered, the man began to cry,
O Angel I'm so afraid to die,
I'll give you gold and be your slave,
Just don't send me to the unlit grave.

Let me in, O Friend! The Angel said,
Open the door; get up from your bed,
If you do not allow me in,
I will walk through it, like a Jinn.

The man held a gun in his right hand,
Ready to defy the Angel's stand.
I'll point my gun, towards your head,
You dare come in; I'll shoot you dead.

By now the Angel was in the room,
Saying, O Friend! Prepare for you doom.
Foolish man, Angels never die,
Put down your gun and do not sigh.

Why are you afraid! Tell me O man,
To die according to Allah's plan?
Come smile at me, do not be grim,
Be Happy to return to Him.

O Angel! I bow my head in shame,
I had no time to take Allah's Name.
From morning till dusk, I made my wealth,
Not even caring for my health.

Allah's command I never obeyed,
Nor five times a day I ever prayed.
Ramadan came and a Ramadan went,
But no time had I to repent.

The Hajj was already FARD on me,
But I would not part with my money.
All charities I did just ignore,
Taking usury (riba') more and more.

Sometimes I sipped my favorite wine,
With flirting women I sat to dine.
O Angel! I appeal to you,
Spare my life for a year or two.

The Laws of Quran I will obey,
I'll begin SOLAT this very day.
My Fast and Hajj, I will complete,
And keep away from self-conceit.

I will refrain from usury,
And give all my wealth to charity,
Wine and wenches I will detest,
Allah's oneness I will attest.

We Angels do what Allah demands,
We cannot go against His commands.
Death is ordained for everyone,
Father, mother, daughter or son.

I'm afraid this moment is your last,
Now be reminded, of your past,
I do understand your fears,
But it is now too late for tears.

You lived in this world, two score and more,
Never did you, your people adore.
Your parents, you did not obey,
Hungry beggars, you turned away.

Your two ill-gotten, female offspring,
In nightclubs, for livelihood they sing.
Instead of making abiding Muslims,
You made your children non-Muslims.

You ignored the Mua'dhin Adhaan,
Nor did you read the Holy Quran.
Breaking promises all your life,
Backbiting friends, and causing strife.

From hoarded goods, great profits you made,
And your poor workers, you underpaid.
Horses and cards were your leisure,
Moneymaking was your pleasure.

You ate vitamins and grew more fat,
With the very sick, you never sat.
A pint of blood you never gave,
Which could a little baby you save.

O Human, you have done enough wrong,
You bought good properties for a song.
When the farmers appealed to you,
You did not have mercy, it is true.

Paradise for you? I cannot tell,
Undoubtedly you will dwell in hell.
There is no time for you to repent,
I'll take your soul for which I am sent.

The ending however, is very sad,
Eventually the man became mad
With a cry, he jumped out of bed,
And suddenly, he fell down dead.

O Reader! Take moral from here,
You never know, your end may be near
Change the way you live and make amends
For heaven, on your deeds depends.

Khamis, November 13, 2008

Anugerah Pencapaian Akademik 2008 - Jamilah




Jamilah recently got 1st in class and first in the whole standard one. In the photo above is Jamilah and her class teacher Puan jamilah. For Sekolah Agama, she got 2nd place for the whole class.....

Yo Pakcik Soleh - jadi ke na
k ajor Jamilah, Husna, Amin, Ismail & Siddiq maths & english masa cuti sekolah ni....