Popular Posts

Friday, April 03, 2015

Penemuan terbesar Steve Jobs

Penemuan terbesar Steve Jobs dalam hidupnya adalah - kematian.

Ya kematian...bukan I-Pad, I-Pod, I-Store, I-Tunes atau gadget pelbagai.... ha... apa ...anda terkejut? Bacalah dengan lanjut.

Dalam ucapannya di hadapan para mahasiswa Universiti Stanford pada tahun 2005, Steve Jobs menyatakan kesedarannya yang kuat tentang kematian. Bahkan hari-hari dalam hidupnya diisi dengan persiapan untuk menghadapi saat kematian.

"When I was 17, I read a quote that went something like: "If you live each day as if it was your last, someday you'll most certainly be right." It made an impression on me, and since then, for the past 33 years, I have looked in the mirror every morning and asked myself: "If today were the last day of my life, would I want to do what I am about to do today?" And whenever the answer has been "No" for too many days in a row, I know I need to change something.

Remembering that I'll be dead soon is the most important tool I've ever encountered to help me make the big choices in life. Because almost everything — all external expectations, all pride, all fear of embarrassment or failure — these things just fall away in the face of death, leaving only what is truly important. Remembering that you are going to die is the best way I know to avoid the trap of thinking you have something to lose. You are already naked. There is no reason not to follow your heart.

No one wants to die. Even people who want to go to heaven don't want to die to get there. And yet death is the destination we all share. No one has ever escaped it. And that is as it should be, because Death is very likely the single best invention of Life. It is Life's change agent. It clears out the old to make way for the new. Right now the new is you, but someday not too long from now, you will gradually become the old and be cleared away. Sorry to be so dramatic, but it is quite true".

Anda boleh menonton video ucapan Steve Jobs di sini.

Bayangkan para pembaca blog sekalian, mendiang Steve Jobs sejak dari usia 17 tahun, walaupun beliau hanya seorang drop out, bukan seorang muslim.... berjaya meraih berprestasi tinggi, mempunyai daya berfikir dan selalu ingin mencuba sesuatu yang lain dan kesemuanya dilaksanakannya dengan semangat... bukannya dia tidak pernah gagal - ada juga produk-produknya yang gagal atau tidak berapa mendapat sambutan umpamanya Apple Lisa dan Newton pad... namun memikirkan hakikat yang yang dia akan mati, membuatkannya amat bersemangat untuk terus hidup dengan berkualiti.

Sekiranya orang yang tidak muslim pun sedaya upaya yang mungkin bersedia untuk menghadapi mati (cara mereka)...dan menjalankan kehidupan yang memberikan idea dan amat kaya rekacipta bermanfaat kepada orang lain... apakah anda sebagai seorang muslim, tidak merasa malu - tidak mengingat kematian, memperbanyak catatan amalan baik untuk bekalan hidup di alam akhirat? Maaf, catatan ini sungguh berbisa dan menyimpan maksud yang amat dalam. Mudah-mudahan ianya bermanfaat kepada anda juga.

No comments: